Bisnis Pulsa Sakuku sebagai Life Style
Tentu saja ada perbedaan kebutuhan antara presiden, dokter, mahasiswa, dan pemulung. Tapi marilah kita mencari kesamaan kebutuhan antara 3 kelompok orang yang mewakili kondisi ekonomi di tanah air ini. Ketiganya tentu saja membutuhkan beras, bensin, dan pulsa, even dengan range harga yang berbeda untuk masing-masing dari mereka.
Kita bisa bermain disini untuk memenuhi demand mereka. Peluang yang ada setelah dianalisis harus segera ditindaklanjuti dan di-lanjutkan secara lebih cepat dan lebih baik. Untuk beras dan bensin membutuhkan modal dan waktu yang tidak sedikit, aku rasa tidak cocok untuk dijadikan usaha sampingan. Akhirnya aku jajaki juga bisnis pulsa tersebut.
Awal Mula
Diawali dengan handphone yang kubeli dari bisnis yang lain (ceritanya disini), aku bertekad untuk menjadikannya sebagai modal usaha. Maka dimulailah browsing mulai dari internet marketing yang berebaran bagai jamur, PTC/PTS/dan berbagai program Pay to lainnya, logam mulia, investasi reksadana, trading valas, dan sebagainya.
Dengan modal enam ribu rupiah (pulsa gprs IM3 seharga 5 ribu), aku bisa reguler browsing dari kamarku dan memindai setiap peluang dan kemungkinan dibandingkan dengan waktu luangku. Larut dalam pencarian jati diri inilah baru kusadari ternyata akupun butuh biaya operasional untuk ini. Pulsa, ya aku perlu pulsa.
Tidak semua konter pulsa menjual pulsa gprs ini. Aku tinggal di batubulan, dan penjual terdekat ada di jalan ratna, mean jaraknya 6-7 km dari rumah. Sungguh merepotkan, apalagi bila sedang tanggung pulsanya abis. Belom lagi kesana, konternya sudah tutup. Klop lah sudah.
Akhirnya terjadi pergesaran keyword yang kuketik di google. Mulailah kuketik “pulsa murah” di search engine. Hasilnya, ya bejibun halaman dan tampilan yang memuat tag pulsa murah dalam situs mereka. Perjuangan pun dimulai.
Proses Pencarian
Setelah menelaah dan menyelidiki secara mendalam, kucopy setiap page mereka dan kukategorikan ke dalam subfolder-subfolder, aku berkesimpulan ternyata ada beberapa pemain besar dalam bisnis ini. Dynas*s, Vn*et, Barok*h, dan Sakuku merupakan pemain-pemain di bidang ini. Selanjutnya tinggal langkah ke-2, yaitu hubungi contact person atau baca forumnya.
Mereka menawarkan gaya hidup, menjadikan handphone kita yang selama ini sumber pengeluaran menjadi sebaliknya sebagi sumber penghasilan. Mereka menjual produk mereka yaitu pulsa, dan mengembangkan sistem keagenan sesuai dengan konsep viral marketing. Artinya, downline mencari downline selanjutnya. Secara sederhana (meskipun tidak persis) mirip seperti MLM.
Pengambilan Keputusan
Kriteria pertama kandidat sistem yang kumasuki adalah memiliki harga produk lebih rendah dari harga eceran di pasaran. Ya iyalah, masak kita bisnis tapi malah merugi. Itu namanya murni mengejar segi MLM nya saja dong kalau begitu.
Sedangkan kriteria kedua adalah biaya pendaftaran, semakin kecil modal yang dibutuhkan semakin mudah orang memutuskan untuk bergabung ke suatu jenis usaha.
Sedangkan kriteria ketiga (meskipun tidak mutlak) adalah potensi keuntungan. Hal ini didapat dari sistem hubungan antara upline-downline. Ada yang mengharuskan keseimbangan antara kaki kiri dan kanan, ada yang memiliki level multipel bahkan hingga 12 level, dsb. Yah sekali lagi, ini toh tidak mutlak.
Akhirnya kuputuskan untuk ikut Sakuku, dia memiliki harga yang di bawah harga eceran standar, biaya pendaftaran 100ribu dan sudah mendapat deposit 55rb (kasarannya, biaya mendaftar hanya 45rb), dan sistem upline-downline mereka yang hanya membagi menjadi 2 (binary) di kanan dan dikiri.
Lebih Jauh dengan Sakuku
Dengan mengetik keyword “sakuku” ke dalam google, memberikan kita banyak link ke arah site sakuku yang asli dan link ke arah site binaan sakuku (member sakuku yang sekaligus menjadikan produknya agak berbau internet marketing). Aku memilih untuk membuka site sakukupulsa.com. tampak nama rezki (lupa) dengan alamat jimbaran, Bali. Kuputuskan untuk mendaftar melalui dia, karena satu region, jadi aku berharap dia mau membantuku bila aku ada kesulitan kelak.
Akhirnya secara resmi aku memiliki link di http://www.sakukupulsa.com/?id=sudira, jadi kalian yang ingin bergabung bisa melalui link tersebut. Jadi downline ku, hehehehehehehe….
Perubahan Life Style
Perubahan mulai kurasakan, kini lebih fleksibel dalam mengatur waktu untuk surfing. Ketika jatah menitan gprs sudah mendekati limit cukup mengetik lewat sms (atau YM), maka simsalabim pulsaku sudah terisi. Aku jadi bisa membantu orang disekitarku yang membutuhkan pulsa.
Akhirnya aku mulai menjualkan pulsa, even kecil-kecilan. Dengan modal 350rb dari uang bulananku (ortu mengkonfirmasi ini adalah uang bulanan terakhir T.T), dan dengan menarik untung yang tidak besar (sengaja kupermurah rata-rata 500 rupiah dengan konter pulsa) membuat usaha sampinganku banyak peminatnya. Aku disiplin menerapkan aturan penjualan, bila aku isi sendiri pun maka tetap kubayarkan dengan harga seperti aku jual ke orang lain.
Saatnya tutup buku, setelah dihitung dengan modal 350rb saja aku bisa menjaring laba 5-6%. Apalagi bila aku menerapkan sesuai harga konter pulsa, bisa-bisa membengkak antara 10-15%. Sementara biar saja lah dulu, lebih baik mencari makan seperti ayam (sedikit tapi sering) daripada mencari makan seperti ular (banyak tapi jarang). Lagipula ini tentu saja jauh lebih menguntungkan dibandingkan bila kita menaruh uang di bank.
Hingga saat ini, dari gaji pertamaku bekerja di Bali hampir separo lebih kuputar sebagai modal. Sedangkan sedikit sisanya baru kukonsumsi. Bukankah kaya tidaknya seseorang dilihat dari berapa penghasilannya yang bisa disisihkan bukannya berapa besarnya penghasilan semata.
Obstacles
Tidak adil rasanya dalam menyampaikan produk hanya menceritakan tentang baik-baiknya saja. berikut pengalamanku terkait ketidaknyamanan yang pernah aku rasakan sejauh ini.
Suatu kali saat aku benar-benar tidak bisa pergi ke ATM untuk melakukn deposit (saat itu ada Ngaben di rumah), aku meminta bantuan sohibku Wawan untuk mentransferkan ke rekening deposit. Saat itu Wawan baru bisa mentransfer di atas jam 9 malam. Rada ketar-ketir saat itu karena yang kubaca di peraturan umum adalah transfer deposit dilakukan sebaiknya pada saat jam kerja (jam 8 pagi s/d 8 malam). Akhirnya seperti yang kuduga, deposit tak kunjung bertambah. Kuhubungi Wawan dan menanyakan apakah proses transaksi berjalan lancar, dan dia katakan sudah seperti yang seharusnya. Artinya hanya satu kemungkinan, sistem luput mendata karena di luar jam kerja.
Esoknya menunggu jam kerja, kuhubungi pihak sakuku melalui sms INFO. Kuceritakan duduk persoalannya, seketika mereka menanggapi dengan menanyakan nomor tiket dan nomor rekening pengirim. Kesigapan dalam merespon sudah memberi ketenangan tambahan dan memberikan jaminan bahwa uangku tidak akan kemana-mana.
Tak lama berselang, datang sms konfirmasi bahwa saldoku telah bertambah, dan konfirmasi dari pihak CS sakuku agar lain kali transaksi dilakukan di dalam jam yang telah disediakan. Mau bagaimana lagi, salahku kok.
Pengalaman kedua adalah saat kakakku meminta kiriman 25 ribu ke kartu XL nya. Seperti biasa, report transaksi berhasil kuterima, kutanyakan ke kakakku ternyata saldo belum bertambah. Kuminta dia untuk menunggu sebentar karena mungkin jaringan sibuk, hmmmm tidak seperti biasanya.
Sejam-dua jam berselang, mbakku mulai kaya cacing kepanasan, dia menterorku sodara-sodara. Mana pulsaku de… Lama amat de.. Aduh, uda kurestart Hp-ku dua kali, tapi belon masuk juga…. dan beberapa kalimat lain yang memiliki arti serupa. Aduh, gimana neh. Bentar mbak, aku komplain ke operator sik.
Kusampaikan persoalannya, kusertakan pula Serial Number transaksi, no tujuan, nominal, dsb. Sakuku segera menjawab, akan dicek ulang ke operator dan bila gagal akan di-refund saldonya. Akhirnya hari itu berlalu dengan setengah damai.
Keesokan harinya, mbakku sms lagi. Pulsanya belon nympe juga oi… Cerewet, ngutang aja kok. Tapi mengingat konsumen adalah raja maka segera kukomplain ulang ke INFO sakuku. Kukatakan bahwa komplainku kemaren belum ada tindak lanjutnya, aku cuma minta mereka nutuk ngirimin pulsa langsung ke nomor kakakku itu, saldo ku ga usah di-refund lah.
Tak sampai 5 menit, datang sms konfirmasi yang menyatakan transaksi ke nomor kakaku kemaren gagal, dan saldoku di-refund, di bawahnya disertakan silakan melakukan transaksi ulangan. Selanjutnya dari CS nya pun menyampaikan sms serupa. Dan kubalas, thanks a lot.
Akhirnya kuulangi mengirim pulsa ke kakkaku. Setelah mendapat konfirmasi transaksi berhasil, ku-sms mbakku itu dan menanyakan apa pulsanya sudah bertambah atau belum.
dia menjawab singkat, “Sudah de, lama banget nymapenya… berarti harus menunggu 24 jam untuk bayarnya ya”.
Su*k of it!!!!!!!
Promosi
So, disini saya menawarkan produk usaha, peluang, dan gaya hidup. Jadi, bilapun anda tidak ingin memutuskan untuk menjual pulsa ke orang lain, toh anda tetap membutuhkan pulsa tiap bulannya. Disini anda memiliki peluang untuk memaksimalkan penghasilan dengan cara mengajak orang lain bergabung. Beberapa bank melalui atm atau sms banking telah melayani jsa pengisian pulsa, tapi tidak menawarkan peluang usaha atau memperbesar keuntungan bagi anda. Jadi semua ini biarlah kita lakukan tanpa ada paksaan di dalamnya. List harganya bisa dilihat disini, saya sudah ketikkan dengan rapi, hehehehehehehehhe…. Selamat berusaha.
UpDate
Hari ini tanggal 29 Mei, tepat 27 hari sejak kumulai usaha ini. tercatat di situsnya aku telah melakukan total 1 juta rupiah lebih transaksi. Dan kubandingkan dengan catatan dan neraca yang kubuat di MS excel, ternyata sudah mencapai nilai BEP. Lumayan juga untungnya yah, ini baru satu tipe penghasilan saja (jualan eceran ke kerabat dekat), belum lagi bila aku mulai mengaktifkan sistem binary -nya (mirip MLM gitu), maka kemungkinan untuk untung lebih banyak lagi terbuka luas dong. Oke deh segitu dulu saja, mau siap-siap dikejar duit dulu neh. Good Luck.


Leave a Reply