Ayo Prediksi Waktu untuk Berkemihmu

Perjalanan pulang kemarin dari Jogja ke Denpasar selama kurang lebih 18 jam menyisakan rasa ingin tahuku tentang proses fisologis manusia untuk berkemih. Berawal dari estimasiku untuk memperkirakan berapa frekuensi maksimal aku harus mondar-mandir ke belakang (toilet) untuk berkemih aku mulai menghitung kapasitas tampung kandung kemihku, dan memperkirakan jam berapa saja atau setiap berapa jam aku perlu menggunakan toilet. Sesuatu yang sederhana yang memang hendak kurumitkan, itu saja.

Berangkat dari estimasi produksi urine (air seni) untuk orang dewasa normal perjamnya yang diterapkan di klinis yaitu 0,5-1mL/KgBB/jam aku mulai memasukkan input data berupa beratku yang untuk permudahan perhitungan kubulatkan menjadi 75Kg. Artinya perjamnya tubuhku akan menghasilkan urine sebanyak 37,5-75 mL.

Masalah berikutnya yang sangat menggangu adalah aku lupa berapa angka daya tampung kandung kemihku yang meyebabkan aktivasi reflex untuk miksi, suatu terminologi untuk berkemih. Hal ini sangat membuatku penasaran karena ini merupakan pengetahuan yang sangat basic, walaupun orang belum lumrah untuk mengetahuinya.

Dari kumpulan ebook fisiologi kedokteranku aku mendapatkan informasi bahwasannya ada kaitan antara volume urine dalam kandung kemih yang terkait dengan sensasi yang ditimbulkan, perlu digaris bawahi bahwa ini terbatas pada orang dewasa dan dalam kondisi normal saja.

Sensasi pertama kali bahwa kandung kemih mulai terasa terisi dirasakan ketika volume urine dalam kandung keih mencapai angka 100-150 mL.

Ketika volume urine yang tertampung telah mencapai kisaran 150-250 mL, maka mulai timbul keinginan untuk berkemih. Jadi ada toleransi 100cc untuk menahan hingga kondisi optimumnya.

Saat jumlah urine yang tertampung mencapai 350-400 mL, sensasi yang ditimbulkan sangat menyiksa. Saat inilah yang dimaksudkan orang-orang disekitaran sebagai sat-saat kebelet. Literature mencatat bahwa ketika proses ini terjadi, tekanan yang ditimbulkan dalam kandung kemih dapat mencapai angka 10 cmH2O.

Sensasi berupa rasa nyeri dan mulai kehilangan control untuk menahan rasa ingin berkemih dirasakan saat urine yang ditampung mencapai 700mL, yang merupakan kapasitas tampung maksimal. Literatur yang lain (Saladin, 2003) malahan menyebutkan kapasitas tampung maksimal kandung kemih hingga 800cc. Peningkatan volume urine yang ditampung tentu saja akan menambah tekanan yang dialami kandung kemih itu sendiri. Proses ini akan memicu peregangan dinding kandung kemih dan mengaktifkan reflex untuk miksi.

Jadi dengan data di atas aku bias mengestimasi setiap berapa jam aku perlu untuk mengosongkan kandung kemihku sekaligus memperhitungkan tambahan waktu yang bisa ditolerir oleh kandung kemihku utuk mencapai kondisi optimal. Perhitungan di atas tentu saja berlaku dalam kondisi normal. Oke lah ya, mau miksi dulu nih….

Daftar Pustaka

Saladin. 2003. Anatomy & Physiology: The unity of Form and Function, Third Edition, 2003. The McGraw-Hill Companies.

Tanner, GA. Chapter 24, The Regulation of Fluid and Electrolyte Balance.

~ by Putu Gede Sudira on March 21, 2009.

Leave a Reply