Katarsis Negativisme Media

seringkali aku merasa miris tiap mengkonsumsi berita di berbagai media (baik koran, majalah, TV, radio, web, maupun blog). segala berita yang ada tidak jauh dari sisi negatif kehidupan bangsa ini. demonstrasi menuntut hak (walau kewajiban belum tentu telah dipenuhi), angka kemisikinan yang kian beranjak (persoalan klasik yang mungkin tidak akan pernah hilang karena standar dan kepuasaan manusia yang tak berbatas), harga barang dan jasa yang tidak bersahabat, bencana yang dulu serasa fenomena kini seperti aktivitas alam rutin saja, dan berbagai ketidakadilan yang menjadi urat nadi masyarakat sehari-hari.

ok, mungkin itu dianggap realita, yang semenyakitkan apapun itu merupakan realita yang tidak bisa dipungkiri. yup, memang tidak kusangkal semua itu.

tapi, tidakkah terpikirkan dampaknya terhadap mental kita semua. sebagai mental bangsa yang sedang merayakan 100 tahun kebangkitannya? berita itu semua layaknya doktrinasi terselubung (baik sengaja maupun tak sengaja) dan tersistematisasi yang akhirnya malah mendegradasi kepercayaan diri bangsa kita. kita diajarkan dan diperkenalkan segala hal negatif dalam bangsa kita dalam porsi yang BERLEBIHAN.

dampaknya, kita cenderung mengabaikan segala sesuatu “hasil” bangsa ini, menomorduakan kualitasnya dan memuja segala sesuatu “hasil” bangsa lain (terlebih orang barat). karena telah terkondisi bahwa rumput tetangga tidak hanya lebih hijau, namun rumput sendiri selalu lebih gersang. sangat menyedihkan.

pepatah lama mengetakan, baik buruknya sesuatu ditentukan dengan takaran. kata “terlalu” selalu identik dengan ke-tidak-optimal-an. jadi pertanyaannya disini, mengapa kita tidak berimbang saja? ataukah mencari keburukan terasa lebih mudah daripada menemukan suatu kebaikan?

beberapa bulan lalu saya menonton perspektif wimar di salah satu stasiun swasta. tamunya adalah seorang gadis muda rupawan eks mahasiswi ITB. bersama timnya (kalau tidak salah ingat, tim aksara) mereka sukses mempresentasikan project software mereka di depan Bill Gates. project yang berhasil memenangkan kompetisi dengan tim-tim lain separuh asia. software pembelajaran bahasa inggris yang cocok diterapkan pada kelompok-kelompok anak dengan modal yang relatif minim. sungguh suatu prestasi yang sangat membanggakan.

di bidang olahraga pun mulai terjadi kebangkitan, setidaknya tim uber Indonesia mampu beraksi lebih dari ekspektasi yang ditargetkan tahun ini. yup, selalu merupakan kabar yang melegakan di tengah krisis harga diri bangsa.

sebenarnya banyak lagi prestasi-prestasi yang bisa diangkat dan dikedapankan sebagai headline harian media. setidaknya kita berusaha objektif dan memberikan cukup space dan apresiasi terhadap kerja keras saudara-saudara kita. hingga dalam hati kita selalu tertanam, “Bila mereka bisa mengapa saya tidak”.

~ by Putu Gede Sudira on June 23, 2008.

4 Responses to “Katarsis Negativisme Media”

  1. bisa tolong dijelaskan tentang kata2 “katarsis”.bahasamu terlalu tinggi dir…aku gak ngerti…
    tapi aku setengah setuju dengan komentarmu tentang hal2 negatip bangsa ini….
    kadang2 orang salah kaprah jika berpikir bahwa menonjolkan kejelekan itu akan menimbulkan motivasi ato semangat buat maju…tapi memang kita tetap harus melihat sisi kebaikan juga…terkadang hal baikpun bisa jadi motivasi..
    ketakutan akan keterlenaan rakyat indonesia yang mungkin pada dasarnya mempunyai sifat mudah sekali puas mendorong pola pikir untuk memunculkan ide untuk selalu mengedepankan hal megatif untuk mencoba menumbuhkan hal positif
    ya…kita lihat aja prospek ke depannya…berhasil gak???

  2. wah gimana ya may?
    di dunia pers berlaku “a bad publication is always a good publication”.
    istilah awamnya, semakin bombastis tag atau headline berita, makin banyak diharapkan konsumen berita tersebut. artinya, makin larislah media tersebut. tapi tetep, mereka punya tanggung jawab moral loh atas dampak pemberitaan-pemberitaan mereka pada masyarakat.

  3. Sud…revisi nih..
    kalo mau membuat suatu blog yang mampu menarik perhatian banyak orang, tolong judulnya memakai kata-kata awam, yang bisa dimengerti banyak orang. Sama seperti maya, aku juga ga “dhong” dengan judulmu. Kalaupun mau menggunakan kata-kata keren yang hanya sedikit orang yang tau artinya, sebaiknya di artikel kamu menjelaskan maksudnya. Aku mencoba mencari apa sih arti katarsis di artikelmu , tapi sampe akhir artikel aku ga menemukannya.
    Coz ga semua orang punya TOEFL tak terhingga tahun cahaya seperti dirimu.Hehe..
    Back to the topic, menurutku, kecendrungan media yang lebih sering memuat berita-berita negatif,mencerminkan kepribadian bangsa yang pesimis.Oleh karena itu, ga salah kalo 100 tahun kebangkitan bangsa dirayakan, sebagai salah satu upaya mengubah bangsa menjadi lebih optimis.

  4. tuh udah dijawab sendiri olehmu…
    intine yo kuwi nad, “…… menurutku, kecendrungan media yang lebih sering memuat berita-berita negatif,mencerminkan ………”
    tenang nad, TOEFL ku masih jauh dari skormu yang 6 juta tahun cahaya itu.

Leave a Reply