Sisi Lain Kasus Rico Ceper

banyak yang terjadi yah akhir akhir ini. salah satu nya yang luput aku komentari yaitu tentang kasus rico ceper dengan pacar belianya. ternyata cinta itu buta, buktinya anak belasan tahun bisa jatuh cinta juga dengan om-om (even ceper) berusia 30-an tahun. well, maybe thats what we called as love is blind.

rico, yang ketika itu disudutkan di depan media massa oleh orang tu pacarnya ini dengan tiga tuduhan pidana sekaligus. penculikan (bahkan tak tanggung) hingga pencabulan terhadap anak di bawah umur ditimpakan kepadanya. akhirnya kasus ini meluas dan mulai beranjak ke ranah hukum dengan kabar visum yang gencar diberitakan media.

visum et repertum, yup tema ini yang getol kudengar bahkan sejak pagi pertama kasus rico ceper muncul di media. ayah pacar rico giat meminta dilakukan visum atas diri putrinya. malahan ketika aku pulang dari RS pada siang hari, beritanya sudah makin ekspansif saja. wartawan memberitakan telah dilakukan visum kepada pacar rico, dan hasilnya TERDAPAT LUKA ROBEK DI KEMALUANnya.

entah mana yang buat aku takjub; hasil visum yang ajaib, “permainan” rico (bila benar) yang hardcore, kesalahan wartawan mengutip visum, motivasi keluarga yang memproklamirkan “aib” putrinya seantero jagad, atau tentang sisi confidential dari visum et repertum itu sendiri. mungkin bukan kapasitasku untuk mengomentari alasan satu hingga empat di atas. aku main safe aja, maka aku akan mulai dari visum et repertum aja.

seperti namanya, visum et repertum berarti melaporkan apa yang dilihatnya. tindakan ini masuk dalam konteks medikolegal, yang secara sederhana berarti bidang medis yang terkait dengan bidang hukum, atau sebaliknya. tindakan ini dilakukan oleh dokter sebagai pihak ketiga yang netral dan pasif, dalam kapasitasnya sebagai saksi ahli. dilakukan bila telah ada persetujuan tertulis baik dari korban, wali, atau kepentingan penyidikan perkara hukum. bila di luar negeri yang menganut sistem koroner, maka dokter bertindak sebaliknya yaitu secara aktif ikut menyidik perkara ini. semacam serial CSI itu lah.

melaporkan apa yang dilihatnya disini berarti hanya mencatat bentuk kelainan atau kerusakan yang ditimbulkan dengan tidak menyebut aktifitas yang mendasari. makanya, aku sedikit agak gemas dengan pemberitaan wartawan kriminal yang mengatakan luka tikam. dari mana dia tahu luka itu diakibatkan oleh benda yang menikamnya, padahal dia tidak melihatnya. bukankah ini suatu tindakan ngapusi (berbohong). jadi yang dikenal dalam ilmu forensik hanya luka tusuk, iris, lecet (geser dan tekan), dsb. sangat harfiah dan sesuai dengan apa yang dilihat bukan. baru di pengadilan nanti tugas lawyer untuk bertanya pada saksi ahli (dokter/forensik) kemungkinan barang bukti (bisa pisau, golok, tombak, belati, dsb) mampu mengakibatkan luka tusuk (sekali lagi bukan luka tikam) tersebut. begitu om tante wartawan. tapi tidak semua wartawan salah kaprah seperti itu kok, banyak juga yang profesional dan PAHAM dengan apa yang menjadi bidang kerjanya.

balik lagi ke visum, sekarang ke aspek legalitas dan kerahasiaan di dalamnya. setahu saya, hasil visum itu menjadi milik pemintanya, dan dokter hanya boleh (sekali lagi HANYA) mengungkapkan di depan meja persidangan, itupun atas permintaan (lupa oleh hakim atau jaksa, yah). hal ini terkait dengan sumpah jabatan dokter yang bersangkutan. kita pun tentu akan marah kalo dokter berkoar-koar mengabarkan panu di pantat kita tanpa persetujuan kita sebelumnya, bukan (bukan pngalaman pribadi, lho).

akhirnya, hal itu lah yang membuat saya heran dengan pemberitaan di media. tentang ” kesakralan” visum et repertum yang serasa dilanggar tersebut. beberapa hari kemudian sebelum berangkat ke RS, aku mendengar bahwa pacarnya Rico menyangkal pernah di-visum. nah yo, sing mabok kie sopo yo. jadi inget judul lagu kangen band, “antara pacar, dokter, dan wartawan”. mbuh lah, kulo mboten ngertos.

Technorati : , ,
Zooomr : , ,
Del.icio.us : , ,
Flickr : , ,

~ by Putu Gede Sudira on May 17, 2008.

2 Responses to “Sisi Lain Kasus Rico Ceper”

  1. sudira kamu ciut banget deh……knapa kamu tertarik dg visum et repertumnya???pasti kamu membayangkan kamu yang memvisum ya??

  2. hoo..cinta itu buta???bener bgtttt….

Leave a Reply