MLM oh MLM

•December 25, 2009 • 3 Comments

Salah satu kesibukan usai kuliah ku adalah mendalami bisnis network marketing atau lebih terkenal dengan MLM.

Saya yakin hampir 90% anda yang membacanya akan merasakan serang mual, eneg tiba-tiba, dan mulai mencemooh saya dan keputusan saya. Well, you’re not alone. Saya pun beberapa waktu yang lalu anti dengan yang namanya MLM. Karena pengalaman bapak yang “ditipu” via MLM Gold Quest (waktu pula yang membawa saya akhirnya mengetahui bahwa Gold Quest itu bukanlah MLM melainkan Money Game, mungkin ke depannya saya akan ulas, mau wawancara bokap dulu ntar).  Continue reading ‘MLM oh MLM’

Bisnis Pulsa Sakuku sebagai Life Style

•May 23, 2009 • 3 Comments

Tentu saja ada perbedaan kebutuhan antara presiden, dokter, mahasiswa, dan pemulung. Tapi marilah kita mencari kesamaan kebutuhan antara 3 kelompok orang yang mewakili kondisi ekonomi di tanah air ini. Ketiganya tentu saja membutuhkan beras, bensin, dan pulsa, even dengan range harga yang berbeda untuk masing-masing dari mereka.

Kita bisa bermain disini untuk memenuhi demand mereka. Peluang yang ada setelah dianalisis harus segera ditindaklanjuti dan di-lanjutkan secara lebih cepat dan lebih baik. Untuk beras dan bensin membutuhkan modal dan waktu yang tidak sedikit, aku rasa tidak cocok untuk dijadikan usaha sampingan. Akhirnya aku jajaki juga bisnis pulsa tersebut. Continue reading ‘Bisnis Pulsa Sakuku sebagai Life Style’

Bisnis adalah Solusi

•May 5, 2009 • Leave a Comment

Bukan berarti hanya karena bisnis tidak memberikanmu hasil sesuai yang diharapkan berarti bisnis adalah buruk. Tidak, itu hanya stigma atau labelisasi negatif yang diberikan mereka yang memutuskan menyerah di kesempatan kesekian kalinya untuk maju. Padahal satu atau dua kesempatan lagi merupakan jalan untuknya bagi berhasil.

Motivasi dan Realita Bisnis

Banyak orang yang memiliki cerita gagal dalam berbisnis. Namun ada banyak juga orang yang berhasil dalam bisnis. Mengapa kita terlalu pesimis untuk mau maju, pamanku berkata “bisnis itu Cuma dua kalau tidak untung ya rugi”. Peluangnya secara random pun 50%, jadi mengapa kita takut untuk gagal? Mengapa kita tidak berani untuk untung saja? Bahkan, dengan pengalaman, kemampuan, dan sedikit intuisi peluang keuntungan bisa kita naikkan hingga beberapa point di atas angka 50% tadi. Continue reading ‘Bisnis adalah Solusi’

Hasil Kerja Keras Selalu Bermuah Manis (Memaksimalkan Waktu Luangku, Bisnis ATM BNI Kujalani Part II)

•May 5, 2009 • 2 Comments

Lama tak berkabar dalam media blog, kali ini aku akan menceritakan sedikit buah manis yang kupetik dari hasil kerja kerasku terdahulu. Belakangan ini aku sedikit sibuk menikmati buah manis tersebut, disamping tentunya kesibukan-kesibukan lainnya yang harfiah.

Buah manis itu bernama SE K660i.

Buah manis itu adalah hasil kerja keras dan ketekunanku menjalani bisnis ATM BNI ku terdahulu. Cerita lengkapnya bisa dibaca disini. Dengan tambahan kumpulan uang sakuku terdahulu, dan honor praktekku di beberapa klinik maka menjelmalah menjadi sebuah HP HSDPA SE 660i.

Perang tarif dan promo operator GSM cukup menjanjikan untuk biaya operasional kebutuhan internetku. Intinya, aku butuh sebuah modem internet. Selain itu, mengingat harganya yang kompetitif (modem berbasis GSM/CDMA) maka lebih ekonomis bila aku membeli Hp saja. Jadi bila modem sudah tak kubutuhkan lagi di kemuidan hari, aku masih memilikinya dalam bentuk sebuah Hp. Continue reading ‘Hasil Kerja Keras Selalu Bermuah Manis (Memaksimalkan Waktu Luangku, Bisnis ATM BNI Kujalani Part II)’

Iklan Politik (jilid 2)

•April 4, 2009 • 3 Comments

Sebenarnya males juga ngomongin masalah ini lagi. Takutnya penulis blog ini dianggap pembenci salah satu partai politik di Indonesia. Tapi ya, masalahnya blunder yang mereka lakukan kali ini sangat keterlaluan, malahan jika dikritisi maka blunder ini jelas menohok posisinya.

Adalah iklan partai politik PDI-P terbaru setelah iklan terakhirnya yang kebetulan menyandang prdikat tergoblok dari saya. Iklan kali ini mengikuti gaya kampanye dan narasi layaknya partai Gerindra. Persoalan yang diangkat adalah seputar BLT. Jika saja Gerindra konsisten dengan sikapnya untuk menolak BLT dengan memberikan perbandingan BLT yang digelontorkan dengan apa-apa saja yang seharusnya bisa didapat bangsa ini, untuk iklan PDI-P justru saya anggap sebagai blunder besar.

Blunder yang saya maksud adalah melunaknya sikap PDI-P yang mengklaim dirinya sebagai partai oposisi untuk menolak “segala” kebijakan yang dibuat partai yang berkuasa. Termasuk soal BLT yang dari dulu (penyaluran BLT tahap I) selalu dicerca dan dianggap mendidik mental bangsa sebagai pengemis. Continue reading ‘Iklan Politik (jilid 2)’

Buat Jurnalis: Hati-hati deh lain kali

•March 23, 2009 • Leave a Comment

Ada yang tersisa dari fakta sakitnya Presiden SBY saat melakukan kunjungan kerjanya ke pabrik semen Tonasa Sulawesi awal bulan silam. Entah ada unsur kesengajaan atau ketidaksengajaan di dalamnya, namun ketika berita ini di-blow up wartawan sanggup mengalihkan perhatian publik dari pertemuan politik Kalla-Megawati yang membahas koalisi Golkar dan PDI-P kedepannya. Rakyat tentu lebih concern memperhatikan pemimpin bangsanya daripada pertemuan ajang memupuk kekuasaan lewat koalisi yang berubah-ubah, karena dalam politik yang abadi hanyalah kepentingan. Bukan tidak mungkin publik melihat sosok yang teraniaya kembali dalam diri SBY yang ditinggalkan oleh Kalla wakilnya. Namun sekali lagi aku tidak ingin berspekulasi apakah sakitnya Presiden ada kaitannya dengan ranah politik. Toh, sudah ada dokter ahli kepresidenan yang menanganinya.

Sudah kewajibannya pers akan memburu hot news ini hingga menjadi top rank di setiap stasiun televisi. Berbagai investigasi dibuat lewat acara-acaranya, menyatakan presiden keracunan lah, mendapat serangan stroke lah, dsb. Pembawa acara berlaku bak dokter yang melakukan hetero-anamnesis (wawancara medis terhadap orang lain yang berhubungan dekat dengan pasien). Jawaban sempurna saya dapat dari juru bicara kepresidenan Andi Malarangeng bahwa kondisi presiden stabil dan telah ditangani oleh ahlinya dan tidak ingin berspekulasi terhadap penyebabnya ataupun segala yang berkaitan medis karena bukan porsinya. Sempurna…..saya salut karena ada juga orang yang tidak mau berkomentar terhadap sesuatu yang di luar bidangnya. Malahan jika dia berkomentar maka akan menyeret topik yang dibicarakannya ke ranah politik dan ketatanegaraan karena kapasitasnya sebagai wakil pemerintah. Great job Andi. Continue reading ‘Buat Jurnalis: Hati-hati deh lain kali’

Iklan Politik Tergoblok

•March 21, 2009 • 2 Comments

Iklan politik terakhir yang kutonton adalah iklan kritik terhadap pemerintahan incumbent presiden SBY yang membandingkan dengan pihak oposisi presiden Megawati. Sengaja kusebut presiden Megawati karena ketika Megawati hadir di Kick Andy dia mempermasalahkan protokoler penambahan sebutan “mantan” di depan kata presiden untuk menyebutkan dirinya di acara-acara resmi. Dia membandingkan dengan protokoler di luar sana (luar negeri) yang ketika mengundangnya dalam acara resmi tetap menyebutnya sebagai Mrs.President. mungkin sedikit terdengar ada ide-ide kebesaran (grandius) tapi itu hak nya, bagaimanapun juga dia pernah memimpin bangsa ini. Setidaknya aku tidak ingin tulisan ku ini dianggap mengurangi rasa hormatku padanya karena kutambahkan tambahan mantan di depan kata presiden.

Kembali ke iklan, iklan ini dimainkan oleh dua aktor/is yaitu Nunung dan Epi yang memerankan sepasang suami istri yang berbeda pilihan partainya. Epi yang berkaos ungu (identik dengan partai incumbent) intinya mengatakan kepada Nunung yang berkaos merah (identik dengan partai oposisi) akan memilih lagi partai yang berkuasa sekarang karena alasan telah menurunkan harga BBM sebanyak 3 kali. Continue reading ‘Iklan Politik Tergoblok’

Seven Ineffective Habits of Jomblo

•March 21, 2009 • Leave a Comment

Tulisan ini kudapat dari milis. jadi ga boleh ada yang tersinggung ya…

cuma buat fun aja…enjoy.

=================================================

Satu: Negatif thinking.

Misalnya, kalau pas lagi jalan sendiri, lalu ada yang tanya (teman kerja atau teman sekampus lain jurusan), “Koq sendiri?” Langsung deh reaksinya seperti ini: “Sudah tahu sendiri, pakai tanya-tanya.

Mentang-mentang gua jomblo. Ngenyek, ya.”

Atau, suatu kali ngelihat ada orang lain yang ngelihatin: “Kenapa sih lihat-lihat?! Anehnya ya, karena gua jomblo. Dasar, tamblo (tampang bloon) luh.”

Padahal, “Koq sendiri?” itu kan pertanyaan standar orang yang pengen tanya tapi nggak tahu mau tanya apa. Just basa-basi. Nggak ada maksud apa-apa. Malah kalau tanyanya “Koq berdua?” atau “Sama siapa?” jadi aneh bin konyol. Lha, sudah jelas sendiri pakai tanya “Koq berdua?” atau “Sama siapa?” segala.

Dan orang yang ngelihatin bisa saja karena rasa-rasanya koq kenal. Atau kagum sama tahi lalat di pipi kita. Dipikirnya, “Hoki bener tuh orang ada tahi lalat di pipinya. Coba kalau tahi kebo atau tahi kucing, kan jelek!” Jadi, nggak ada kait-mengkait dengan kejombloan kita. Continue reading ‘Seven Ineffective Habits of Jomblo’

Ayo Prediksi Waktu untuk Berkemihmu

•March 21, 2009 • Leave a Comment

Perjalanan pulang kemarin dari Jogja ke Denpasar selama kurang lebih 18 jam menyisakan rasa ingin tahuku tentang proses fisologis manusia untuk berkemih. Berawal dari estimasiku untuk memperkirakan berapa frekuensi maksimal aku harus mondar-mandir ke belakang (toilet) untuk berkemih aku mulai menghitung kapasitas tampung kandung kemihku, dan memperkirakan jam berapa saja atau setiap berapa jam aku perlu menggunakan toilet. Sesuatu yang sederhana yang memang hendak kurumitkan, itu saja.

Berangkat dari estimasi produksi urine (air seni) untuk orang dewasa normal perjamnya yang diterapkan di klinis yaitu 0,5-1mL/KgBB/jam aku mulai memasukkan input data berupa beratku yang untuk permudahan perhitungan kubulatkan menjadi 75Kg. Artinya perjamnya tubuhku akan menghasilkan urine sebanyak 37,5-75 mL. Continue reading ‘Ayo Prediksi Waktu untuk Berkemihmu’

Lagu di Valentine Malam

•March 19, 2009 • Leave a Comment

Nostalgia itu pun Tiba

Malam ini, pukul 11.30 saat sedang asyik membersihkan isi jeroan hardiskku. Kegiatan killing time seperti membaca-baca download-an ebook dan webpages, menata dan me-rename folder-folder, dan menyortir mp3. Hingga saat lagu ini mengalun merdu nan lirih di telingaku. Lagu dari Margareth yang kusuka bahkan sejak pertama kali kudengar.

Bukan saja karena menonjolkan kualitas vocal yang semi soul, atau karena diiringi oleh alat musik yang paling kusuka, yaitu piano (damn, I’m surely mellow inside). Melainkan karena isi dari lirik lagunya yang amat menyayat malam-malam ku dulu. Continue reading ‘Lagu di Valentine Malam’